Elmedika Logo

Pentingnya Rencana Pemasaran Sebelum Produksi dalam Bisnis Maklon

|

Pentingnya Rencana Pemasaran Sebelum Produksi dalam Bisnis Maklon

Banyak orang melihat bisnis maklon sebagai cara cepat untuk punya brand sendiri. Memang benar, karena kamu gak perlu pusing mikirin produksi, semua diserahkan ke pabrik. Tapi, jangan sampai kamu cuma fokus sama produk aja, lupakan gimana cara jualnya. Produk yang bagus tapi gak ada yang tahu, sama aja gak laku. Makanya, bikin rencana pemasaran sebelum produk dibuat itu wajib banget. Dengan begitu, kamu tahu siapa yang mau kamu target, dan gimana caranya supaya mereka mau beli produkmu. Ingat, produk dan pemasaran itu dua hal yang gak bisa dipisahkan kalau mau sukses. Ini alasan mengapa rencana pemasaran harus sudah ada di tangan Anda sebelum produk maklon selesai diproduksi:

Pentingnya Rencana Pemasaran Sebelum Produksi dalam Bisnis Maklon

1. Menentukan Spesifikasi Produk Berdasarkan Kebutuhan Pasar

Rencana pemasaran yang disusun di awal memaksa Anda untuk melakukan riset pasar terlebih dahulu. Dengan mengetahui siapa calon pembeli Anda, Anda dapat memberikan instruksi yang lebih akurat kepada pabrik maklon mengenai formula, aroma, hingga fungsi produk. Misalnya, jika strategi pemasaran Anda menargetkan anak muda yang aktif, Anda bisa meminta pabrik membuat tekstur yang cepat meresap dan kemasan yang praktis dibawa-bawa. Tanpa rencana pemasaran, Anda hanya akan menciptakan produk berdasarkan selera pribadi, yang belum tentu sesuai dengan apa yang sedang lari manis di pasaran.

2. Menghindari Penumpukan Stok yang Bikin Modal Macet

Sistem maklon biasanya menerapkan Minimum Order Quantity (MOQ) atau jumlah pesanan minimum yang cukup banyak. Jika produk sudah jadi namun Anda baru mulai memikirkan cara menjualnya, risiko barang mengendap di gudang akan sangat tinggi. Stok yang tidak bergerak berarti modal Anda "mati" dan tidak bisa diputar untuk operasional bisnis lainnya. Dengan rencana pemasaran yang siap, Anda bisa mulai melakukan sistem Pre-Order (PO), membangun daftar tunggu, atau mencari agen jauh sebelum produk selesai dikemas, sehingga saat barang datang dari pabrik, sebagian besar sudah siap dikirim ke pembeli.

3. Membangun Rasa Penasaran (Hype) Sejak Masa Produksi

Strategi pemasaran yang dimulai sejak tahap produksi memungkinkan Anda untuk mencicil promosi lebih awal. Anda bisa membagikan konten di media sosial mengenai proses riset, pemilihan bahan, hingga desain kemasan. Hal ini menciptakan rasa penasaran di benak calon konsumen. Saat produk akhirnya rilis atau launching, orang-orang sudah dalam kondisi "hangat" dan siap untuk membeli. Jika Anda baru mulai promosi saat barang sudah di tangan, Anda akan kehilangan momentum emas dan harus menunggu lebih lama sampai pasar mengenal produk Anda.

4. Menyelaraskan Tampilan Produk dengan Identitas Merek

artikel image

Banyak pebisnis maklon asal memilih desain kemasan tanpa memikirkan bagaimana produk tersebut akan terlihat saat diiklankan. Rencana pemasaran mencakup penentuan branding. Jika strategi pemasarannya menyasar pasar kelas atas, maka rencana tersebut akan menuntut kemasan yang terlihat eksklusif. Memikirkan pemasaran sejak awal memastikan bahwa visual produk yang dibuat oleh pabrik sejalan dengan pesan yang ingin Anda sampaikan kepada konsumen lewat iklan nantinya.

5. Mempermudah Negosiasi dengan Reseller dan Distributor

Distributor besar dan reseller biasanya tidak hanya melihat kualitas produk, tetapi juga seberapa besar niat pemilik merek dalam membatu mereka berjualan. Jika Anda sudah memiliki rencana pemasaran yang jelas seperti jadwal iklan, kolaborasi dengan influencer, hingga materi foto dan video promosi yang siap pakai pihak distributor akan lebih percaya diri untuk menyetok produk Anda. Mereka akan merasa aman karena tahu bahwa pemilik merek sudah menyiapkan "mesin" untuk membantu barang tersebut cepat laku di tangan konsumen akhir.

Artikel

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB