Elmedika Logo

Tips Menetapkan Harga Jual Produk dan Faktor Penentunya agar Tidak Rugi

|

Tips Menetapkan Harga Jual Produk dan Faktor Penentunya agar Tidak Rugi

Perlu kehati-hatian dalam menentukan harga produk atau jasa yang Anda tawarkan. Di era persaingan bisnis yang semakin ketat seperti saat ini, harga dapat menjadi representasi citra dan kualitas sebuah brand. Apabila ditetapkan terlalu rendah, konsumen bisa meragukan mutu produk. Sebaliknya, jika harga terlalu tinggi tanpa didukung nilai yang jelas, pelanggan berpotensi beralih ke kompetitor. Memang, menentukan harga bukanlah hal yang sederhana dan kerap membingungkan. Namun, pemahaman mengenai strategi penetapan harga merupakan hal yang sangat penting agar bisnis tidak sekadar bertahan sementara, melainkan mampu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Pada akhirnya, tujuan berbisnis adalah memperoleh keuntungan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan usaha, bukan sekadar bekerja keras tanpa hasil yang sepadan. Ini panduan praktis tentang cara menentukan harga jual produk agar Anda tidak salah langkah:

Tips Menetapkan Harga Jual Produk dan Faktor Penentunya agar Tidak Rugi

1. Menghitung Modal Secara Detail (Cost-Plus Pricing)

Cara yang paling umum dan paling aman adalah dengan menjumlahkan semua biaya modal lalu ditambah dengan margin keuntungan yang diinginkan. Namun, banyak pengusaha pemula melakukan kesalahan dengan hanya menghitung harga bahan baku saja. Padahal, Anda harus menghitung biaya "tak terlihat" lainnya seperti biaya listrik, kemasan (packaging), stiker, hingga biaya transportasi saat mengambil stok barang. Setelah ketemu total biaya per satu produk, barulah Anda tambahkan keuntungan yang Anda mau, misalnya 20% atau 50%. Dengan cara ini, Anda sudah pasti tidak akan merugi karena semua biaya sudah tertutupi oleh harga jual.

2. Memantau Harga Pesaing (Competition-Based Pricing)

Anda tidak hidup sendirian di pasar. Sangat penting untuk melakukan "survei kecil-kecilan" terhadap toko sebelah atau kompetitor yang menjual produk serupa. Jika produk Anda mirip dengan milik orang lain, sebaiknya harga yang dipasang tidak terlalu jauh berbeda. Anda bisa memasang harga sedikit lebih murah untuk menarik perhatian, atau memasang harga yang sama namun memberikan bonus kecil seperti pouch cantik atau pelayanan yang lebih ramah. Jangan sampai Anda menjual barang yang sama persis dengan harga dua kali lipat lebih mahal tanpa alasan yang jelas, karena pembeli zaman sekarang sangat pintar membandingkan harga lewat ponsel mereka.

3. Menilai Keunikan dan Manfaat Produk (Value-Based Pricing)

artikel image

Ada kalanya harga ditentukan bukan dari modal, melainkan dari seberapa butuh dan seberapa puas pelanggan saat menggunakan produk Anda. Inilah yang disebut harga berdasarkan nilai. Contohnya, sebuah kerajinan tangan yang dibuat selama berhari-hari tentu harganya tidak bisa disamakan dengan barang pabrikan, meskipun modal bahannya sama. Jika produk Anda punya keunikan yang tidak dimiliki orang lain misalnya resep rahasia yang sangat enak atau desain yang sangat estetik jangan takut untuk memasang harga lebih tinggi. Di sini, pelanggan tidak lagi membeli barang, tapi membeli "rasa" dan "pengalaman".

Faktor-Faktor Penting yang Mempengaruhi Harga

Selain hitungan matematika di atas, ada beberapa hal di luar kendali yang harus Anda perhatikan:

Daya Beli Konsumen: Siapa yang akan membeli produk Anda? Jika targetnya adalah pelajar, tentu harga harus sangat terjangkau. Jika targetnya adalah pekerja profesional, harga yang sedikit mahal biasanya tidak masalah asalkan kualitasnya sebanding.

Biaya Operasional yang Berubah: Harga bahan baku bisa naik kapan saja. Faktor seperti inflasi atau kelangkaan bahan di tahun 2026 ini harus diantisipasi agar Anda tidak sering mendadak menaikkan harga yang bisa membuat pelanggan kecewa.

Tujuan Bisnis: Apakah Anda sedang ingin cuci gudang (menghabiskan stok) atau sedang membangun brand premium? Tujuan yang berbeda akan menghasilkan strategi harga yang berbeda pula.

Pajak dan Biaya Admin: Jika berjualan di marketplace atau aplikasi ojek online, jangan lupa masukkan potongan biaya admin ke dalam komponen harga agar keuntungan bersih Anda tidak habis terpotong aplikasi.

Artikel

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB