Tenaga Ahli di Bidangnya: Anda akan dibantu oleh tim R&D (Research and Development) profesional yang membantu meracik formula produk. Jadi, meskipun Anda bukan seorang ahli kimia atau teknologi pangan, produk Anda tetap memiliki kualitas standar industri.
Fokus pada Branding dan Penjualan: Karena urusan "dapur" sudah ada yang menangani, Anda bisa mengerahkan seluruh energi untuk membangun komunitas, mencari distributor, dan melakukan inovasi pemasaran agar brand Anda cepat dikenal.
Kerugian dan Risiko

Di balik kenyamanannya, ada beberapa risiko yang bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan hati-hati. Berikut adalah poin-poin kerugiannya:
Ketergantungan pada Pihak Ketiga: Anda tidak memiliki kontrol 100% atas proses produksi harian. Jika pabrik mengalami kerusakan mesin atau antrean produksi sedang penuh, stok barang Anda bisa terhambat dan menyebabkan kekecewaan pada pelanggan.
Margin Keuntungan Lebih Kecil: Karena ada biaya jasa dan keuntungan yang diambil oleh pihak pabrik, harga modal per unit produk biasanya akan lebih tinggi dibandingkan jika Anda memiliki pabrik sendiri.
Risiko Formula Serupa: Walaupun Anda bisa meminta formula khusus, ada kemungkinan bahan baku atau tekstur produk Anda memiliki kemiripan dengan merek lain yang diproduksi di pabrik yang sama. Hal ini menuntut Anda untuk lebih kreatif dalam membedakan produk melalui kemasan atau cerita merek.
Minimum Order Quantity (MOQ): Kebanyakan jasa maklon memiliki syarat minimal pemesanan. Jika Anda salah melakukan riset pasar, Anda berisiko memiliki stok barang mati yang menumpuk di gudang karena jumlah produksi minimal yang terlalu besar.
Faktor Penentu yang Perlu Anda Perhatikan
Sebelum melangkah lebih jauh, pastikan Anda melakukan riset mendalam terhadap calon mitra produksi Anda. Jangan hanya tergiur oleh harga jasa yang paling murah. Periksalah rekam jejak mereka, kecepatan komunikasi saat menanggapi keluhan, serta fleksibilitas mereka dalam menangani pesanan mendesak.
Social Media