1. Pastikan Pabrik Memiliki Sertifikasi CPKB
Hal pertama dan paling utama yang harus Anda validasi adalah sertifikasi CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik) dari perusahaan maklon tersebut. Pabrik yang sudah mengantongi sertifikat ini berarti telah memenuhi standar sanitasi, higienitas, dan prosedur operasional yang ketat dari pemerintah. Jangan ragu untuk melakukan kunjungan langsung (factory visit) guna melihat bagaimana bahan baku disimpan dan bagaimana proses produksi dijalankan. Pabrik yang profesional akan sangat transparan mengenai fasilitas laboratorium mereka karena mereka memahami bahwa kualitas produk Anda bergantung pada sterilitas lingkungan produksi mereka.
2. Transparansi Bahan Baku dan Formulasi Eksklusif
Keamanan sebuah produk skincare dimulai dari apa yang terkandung di dalamnya. Saat berdiskusi dengan tim R&D (Research and Development), pastikan semua bahan baku yang digunakan telah masuk dalam daftar bahan yang diizinkan oleh BPOM. Hindari bahan-bahan berbahaya seperti merkuri atau hidrokuinon meskipun menjanjikan hasil instan. Mintalah formulasi yang unik dan telah melalui uji stabilitas, sehingga produk tidak akan berubah warna, bau, atau tekstur meskipun disimpan dalam jangka waktu lama atau terpapar suhu tertentu. Formula yang aman adalah investasi terbaik untuk meminimalkan risiko retur atau komplain dari konsumen di masa depan.
3. Proses Pendaftaran Izin Edar BPOM yang Jelas
Sebuah perusahaan maklon yang terpercaya biasanya menawarkan jasa pengurusan legalitas sebagai satu paket layanan. Namun, Anda sebagai pemilik merek harus tetap mengawasi proses ini. Pastikan Nama Produk dan klaim manfaat yang Anda inginkan disetujui oleh BPOM agar tidak dianggap sebagai "klaim berlebihan" (overclaim). Proses ini biasanya memakan waktu beberapa bulan, jadi pastikan Anda tidak terburu-buru melakukan pemasaran sebelum nomor notifikasi BPOM benar-benar terbit. Memiliki nomor BPOM yang terverifikasi akan menjadi senjata utama Anda dalam membangun kepercayaan di pasar digital yang penuh dengan produk abal-abal.
4. Detail Pengemasan dan Labeling yang Sesuai Regulasi

Banyak pengusaha pemula hanya fokus pada estetika kemasan, namun mengabaikan aturan labeling yang ditetapkan oleh BPOM. Label produk harus mencantumkan informasi wajib seperti komposisi lengkap (ingredients), cara penggunaan, tanggal kedaluwarsa, kode produksi, serta alamat perusahaan. Kesalahan kecil pada label dapat menyebabkan produk ditolak saat pengajuan izin atau bahkan ditarik dari pasaran saat pemeriksaan lapangan. Pastikan tim desain Anda bekerja sama erat dengan tim legal pabrik maklon untuk memastikan setiap huruf di kemasan sudah sesuai dengan regulasi terbaru.
5. Manajemen Stok dan Minimum Order Quantity (MOQ)
Dalam bisnis maklon, memahami MOQ sangat penting untuk kesehatan finansial Anda. Pabrik biasanya menetapkan batas minimum pesanan, misalnya 1.000 atau 3.000 unit per SKU. Pastikan Anda memiliki rencana distribusi yang matang agar stok tidak menumpuk terlalu lama di gudang. Ingatlah bahwa produk skincare memiliki masa kedaluwarsa; menjaga perputaran stok tetap cepat sangat krusial agar konsumen selalu mendapatkan produk dalam kondisi segar. Pilihlah mitra maklon yang menawarkan fleksibilitas produksi seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda.
Social Media