1. Konsultasi Konsep dan Analisis Tren Pasar
Segala sesuatu dimulai dari sebuah ide. Pada tahap awal, calon pemilik merek akan berdiskusi dengan tim konsultan maklon untuk menentukan konsep produk. Proses ini tidak hanya bicara soal warna, tetapi juga analisis tren pasar di tahun 2026 misalnya, apakah konsumen sedang menggemari produk hybrid (makeup yang mengandung skincare) atau produk yang bersifat vegan-friendly. Di sini, Anda akan menentukan target audiens, posisi harga, hingga keunggulan unik (Unique Selling Point) yang akan membedakan produk Anda dari kompetitor yang sudah ada di pasaran.
2. Formulasi Eksklusif di Laboratorium R&D
Setelah konsep disepakati, tim Research and Development (R&D) mulai bekerja menciptakan "resep" kimia. Jarang diketahui bahwa satu formula makeup bisa melewati belasan hingga puluhan iterasi. Ahli kimia akan mencampur berbagai bahan aktif, pigmen, dan bahan pengikat untuk mendapatkan tekstur yang pas, pigmentasi yang nyata, serta kenyamanan saat diaplikasikan. Pada tahap ini, dilakukan juga Uji Stabilitas untuk memastikan produk tidak berubah warna, bau, atau tekstur dalam berbagai kondisi suhu dan kelembapan sebelum diproduksi secara massal.
3. Pengurusan Legalitas dan Notifikasi BPOM
Keamanan adalah hukum tertinggi dalam bisnis kosmetik. Sebelum mesin produksi dijalankan, produk harus melalui proses registrasi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tim legal pabrik akan mendaftarkan formula tersebut untuk mendapatkan nomor notifikasi. Proses ini melibatkan peninjauan ketat terhadap setiap bahan yang digunakan untuk memastikan tidak ada zat berbahaya. Selain BPOM, pada tahap ini juga dilakukan pengurusan sertifikasi Halal dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk nama merek Anda agar terlindungi secara hukum.
4. Sinkronisasi Formula dengan Desain Kemasan
Salah satu proses teknis yang sering luput dari perhatian adalah uji kecocokan (Compatibility Test) antara formula makeup dengan wadah atau kemasannya. Misalnya, sebuah foundation cair tertentu mungkin bereaksi negatif jika diletakkan dalam botol plastik jenis tertentu, atau aplikator maskara yang tidak mampu mengangkat formula yang terlalu kental. Pabrik akan memastikan bahwa kemasan yang Anda pilih tidak hanya cantik secara estetika, tetapi juga fungsional dan mampu melindungi kualitas isi produk hingga ke tangan konsumen tanpa kebocoran atau kerusakan fungsi.
5. Produksi Massal dan Quality Control (QC)

Setelah semua sampel dan legalitas disetujui, produk masuk ke jalur produksi massal. Di ruangan steril dengan standar CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik), mesin-mesin canggih akan melakukan pencampuran, pengisian ke dalam wadah, hingga pelabelan secara otomatis. Di setiap tahapan, tim Quality Control akan melakukan pemeriksaan acak. Mereka mengecek apakah warna setiap batch tetap konsisten, apakah berat bersihnya sesuai, hingga memastikan tidak ada kontaminasi bakteri selama proses pengemasan berlangsung.
Social Media