Maka dibawah ini tahapan dalam proses bisnis maklon makeup yang sering kali luput dari perhatian para calon pengusaha:
1. Fase Riset dan Formulasi Mikro (R&D)
Tahap pertama yang paling menentukan adalah pengembangan formula oleh tim Research and Development. Di sini, ide abstrak Anda diubah menjadi ilmu kimia yang nyata. Jarang diketahui bahwa pembuatan satu jenis lipstick atau foundation bisa melewati puluhan kali percobaan (trial) untuk mendapatkan tekstur, pigmentasi, dan ketahanan yang pas. Tim R&D harus memastikan bahwa bahan aktif yang Anda inginkan tidak hanya bekerja dengan baik, tetapi juga stabil secara kimiawi. Mereka melakukan uji stabilitas untuk memastikan produk tidak terpisah (oksidasi), berubah warna, atau berjamur saat disimpan dalam jangka waktu lama di berbagai suhu ruangan.
2. Uji Mikrobiologi dan Keamanan Laboratorium
Sebelum sebuah produk makeup mendapatkan izin dari BPOM, pabrik maklon harus melakukan serangkaian uji laboratorium yang sangat ketat. Salah satu proses yang jarang dibahas adalah uji mikrobiologi untuk memastikan produk bebas dari bakteri berbahaya seperti Staphylococcus atau jamur. Selain itu, untuk produk makeup yang mengklaim "tahan lama" atau "waterproof", dilakukan pengujian khusus untuk memastikan bahan kimia yang digunakan tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic) atau menyebabkan reaksi alergi. Tahapan ini sangat penting karena keamanan konsumen adalah pertaruhan terbesar bagi nama baik merek Anda.
3. Sinkronisasi Desain Kemasan dengan Fungsi Mekanis
Banyak calon pemilik merek hanya fokus pada keindahan desain visual kemasan. Namun, di pabrik maklon, ada proses yang disebut sinkronisasi mekanis kemasan. Tim teknis harus memastikan bahwa aplikator (seperti kuas eyeliner atau spons cushion) bekerja sempurna dengan konsistensi formula di dalamnya. Sering terjadi masalah di mana kemasan terlihat cantik namun bocor atau aplikatornya tidak mampu mengambil produk dengan maksimal. Proses pemilihan material kemasan yang kompatibel dengan formula kimia produk adalah detail teknis yang membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi reaksi kimia antara wadah dan isinya.
4. Manajemen Produksi Massal dan Antrean Mesin

Setelah sampel disetujui, produk masuk ke tahap produksi massal. Di sini, tantangan yang jarang diketahui adalah manajemen antrean mesin. Pabrik maklon besar melayani banyak merek sekaligus. Keterlambatan dalam pengiriman bahan baku satu komponen saja (misalnya botol yang diimpor) dapat menghentikan seluruh jalur produksi dan menyebabkan keterlambatan peluncuran produk Anda. Pemilik merek harus memahami bahwa ada jadwal produksi yang kaku, dan fleksibilitas dalam menghadapi kendala rantai pasok adalah keterampilan yang harus dimiliki untuk menjaga ketersediaan stok di pasar.
5. Kontrol Kualitas Akhir dan Legalitas Pengemasan
Tahap terakhir adalah Quality Control (QC) akhir sebelum produk dipak ke dalam dus distribusi. Petugas QC akan memeriksa setiap unit secara acak untuk memastikan tidak ada cacat fisik, kode produksi dan tanggal kedaluwarsa tercetak dengan jelas, serta nomor BPOM sudah tertera sesuai aturan. Proses pelabelan ini harus mengikuti regulasi ketat mengenai informasi apa saja yang wajib dicantumkan. Kesalahan satu huruf pada daftar bahan (ingredients) dapat mengakibatkan produk ditolak oleh otoritas kesehatan atau bahkan harus ditarik dari pasaran.
Menjalani bisnis maklon makeup adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian pada setiap detail teknisnya. Dengan memahami proses di balik layar ini, Anda akan lebih siap menghadapi dinamika industri dan mampu membangun merek yang tidak hanya cantik secara visual, tetapi juga unggul secara kualitas.
Social Media