1. Konsultasi & Pengembangan Konsep Produk
Proses maklon dimulai dari sesi konsultasi antara calon pemilik brand dan tim pabrik maklon. Pada tahap ini, klien menyampaikan ide produk: apakah itu serum, toner, moisturizer, sunscreen, atau makeup. Mulai dari target pasar, manfaat utama, tekstur yang diinginkan, hingga aroma semuanya dibahas secara detail. Pabrik maklon kemudian memberikan rekomendasi konsep yang realistis, baik dari sisi bahan baku, stabilitas produk, hingga estimasi biaya. Tahap ini menjadi fondasi penting untuk memastikan produk akhir sesuai kebutuhan brand dan konsumen.
2. Formulasi Produk oleh Tim R&D
Setelah konsep disepakati, tim Research & Development (R&D) akan mulai merancang formulasi. Bahan aktif dipilih berdasarkan manfaat yang dituju, misalnya niacinamide untuk mencerahkan, hyaluronic acid untuk melembapkan, atau salicylic acid untuk kulit berjerawat. R&D juga memastikan bahwa setiap bahan aman, stabil, dan sesuai ketentuan BPOM. Proses ini membutuhkan uji coba berulang agar formula memiliki tekstur yang tepat, tidak mudah terpisah, memiliki aroma yang pas, dan memberikan hasil optimal ketika digunakan.
3. Sampel Produk & Revisi
Setelah formulasi awal jadi, pabrik akan menghasilkan sampel untuk diuji oleh pemilik brand. Biasanya perlu beberapa kali revisi untuk menyempurnakan tekstur, warna, tingkat kelembapan, tingkat serap, atau efek yang dirasakan di kulit. Revisi ini penting untuk memastikan produk benar-benar sesuai ekspektasi sebelum diproduksi dalam jumlah besar. Tahap sampling dapat berlangsung cepat atau lama, tergantung kompleksitas formulasi dan tingkat kepuasan klien.
4. Pendaftaran BPOM dan Legalitas
Ketika sampel sudah final, langkah berikutnya adalah pengurusan legalitas. Pabrik maklon akan membantu mendaftarkan produk ke BPOM agar aman dan legal dipasarkan. Selama proses ini, dokumen bahan baku, formula, serta data pabrik akan diperiksa. Selain BPOM, beberapa brand juga memilih sertifikasi tambahan seperti Halal MUI atau uji klinis, tergantung kebutuhan pasar.
5. Produksi Massal dengan Standar Pabrik

Setelah izin keluar, barulah proses produksi massal dimulai. Bahan baku ditimbang menggunakan mesin presisi, dicampur dalam kondisi steril, lalu melalui proses homogenisasi untuk memastikan tiap batch tercampur merata. Setelah itu, produk diuji kembali secara fisik dan mikrobiologi guna memastikan keamanan. Produk kemudian dikemas menggunakan mesin filling otomatis untuk menjaga higienitas dan konsistensi jumlah isi. Seluruh proses produksi mengikuti standar CPKB/CPKB yang memastikan kualitas tinggi dan aman.
6. Pengemasan, Labeling, dan Distribusi
Tahap terakhir adalah pengemasan akhir sesuai desain brand. Pabrik maklon biasanya juga menyediakan layanan desain label, box, hingga barcode. Setelah dikemas dan melewati quality control final, produk siap dikirim ke klien untuk dipasarkan. Dengan demikian, sebuah produk kecantikan bisa lahir tanpa harus memiliki pabrik sendiri.
Social Media